Sekali lagi, hari ini Hafidz tidak masuk. Entah ada apa dengannya. Sudah beberapa kali ia tidak masuk kelas. Ketika kutanyakan kepada teman-temannya, jawaban yang saya dapatkan tidak jelas. Ada yang bilang sakit, ada yang bilang bolos, lebih banyak lagi yang bilang tidak tahu. Hafidz bukan anak yang nakal, cenderung tidak pernah membuat masalah. Bahkan ia termasuk anak yang paling pintar di antara teman-temannya. Malah kalau boleh dibilang ia anak yang paling rajin, paling alim, selalu mendapat nilai tertinggi. Memang terkadang ia suka mengeluh tentang teman-temannya yang baginya sangat ramai dan suka mengganggu. Saya mengenalnya sejak ia masih duduk di bangku SD kelas 6. Kebetulan ia menlanjutkan sekolah di SMPIT yang masih satu komplek dengan SDIT tempat ia dulu sekolah. Kepandaiannya memang sudah nampak sejak ia di SD. Beberapa kali mengikuti perlombaan antar SD se-Jawa Timur. Lulus SD dengan nilai tertinggi. Lancar membaca Al Quran bahkan telah hafal juz 30 dan sebagian...
Komentar